Indonesia semakin aneh: polemik Karst Sukolilo berkepanjangan

Baru-baru ini ada berita tentang pembubaran acara diskusi di Semarang mengenai rencana penambangan dan pendirian pabrik semen di SUkolilo Pati.

Diskusi yang dihadiri oleh beberapa orang ini dibubarkan polisi dengan alasan tidak ada ijin menyelenggarakan diskusi.

Semakin, aneh polemik Karst SUkolilo ini. Polisi datang ketempat acara diskusi dan membubarkan acara hanya karena tidak ada IJIN.

Kejadian ini mengingatkan kita pada masa-masa 65-an dan Orde Baru dimana sebuah ajang kumpul-kumpul apalagi diskusi harus selalu dengan IJIN APARAT.

Seandainya diskusi itu dalam ranah akademis dan diluar muatan politis saya kira-sah-sah saja. 

Apa masyarakat Indonesia harus dibelenggu lagi kebebasan berpikir, berpendapat, berkumpul, berdiskusi dan segala macamnya kalau semua kegiatan itu tidak SESUAI dengan ARAHAN dan KEBIJAKAN PENGUASA….,

Konon, pembubaran itu dilakukan atas PERINTAH KAPOLDA dan GUBERNUH JAWA TENGAH dan sikap ini menunjukkan ketidakmauan PEMERINTAH untuk terbuka dengan sebuah PERBEDAAN.

Cara-cara lama masih begitu jelas dilakukan hanya untuk MELANGGENGKAN KEKUASAAN PENGUASA yang nota BENE sebenarnya di PILIH UNTUK MELAYANI RAKYAT…

apalagi slogan POLISI yang MELINDUNGI dan MELAYANI jelas-jelas hanya sekedar slogan namun lebih banyak pada MELINDUNGI DAN MENGAYOMI PENGUASA…

NEgara semakin aneh dan semakin jauh dari apa arti MELINDUNGI DAN MELAYANI RAKYAT ….

memang aneh ……,

Berita selengkapnya: 

http://korantempo. com/korantempo/ koran/2009/ 01/30/Berita_ Utama-Jateng/ krn.20090130. 155241.id. html

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.